Ketika Anda mendengar istilah Blue Moon tentu yang terpikirkan adalah pertanyaan apakah Bulan bersinar biru. Kenyataannya, Bulan tidak akan bersinar biru ketika fenomena alam Blue Moon terjadi.
Istilah tersebut digunakan untuk menyebut bulan purnama kedua dalam satu bulan dalam astronomi. Dulunya, fenomena alam Blue Moon juga digunakan untuk menyebut bulan purnama keempat dalam satu musim.
Satu musim - musim dingin, musim semi, musim gugur, musim panas - biasanya memiliki tiga bulan penuh. Jika musim memiliki empat bulan penuh, maka bulan purnama ketiga dapat disebut Blue Moon.
Frekuensi Blue Moon beragam mulai 1-3 tahun sekali. Istilah sekali dalam Blue Moon digunakan untuk berarti sesuatu yang langka. Fenomena alam Blue Moon kali terakhir terjadi pada 31 Juli 2015 dan setelah hari ini akan terjadi lagi pada 31 Januari 2018.
Kejadian spesial dari Blue Moon tahun ini adalah Bulan akan berada di dekat Mars berwarna merah sehingga langit bagian tenggara akan terlihat cerah. Fenomena alam kali ini juga aman dilihat dengan mata telanjang.

No comments:
Post a Comment